Skip to content

Usia bukan penghalang buat seorang The Doctor

Februari 20, 2013

image

Sudah bukan rahasia lagi kalau Valentino Rossi
ingin bergegas bangun dari mimpi buruknya
bersama tim Ducati, tetapi pembalap Italia
tersebut tak mau terburu-buru menyingkir dari
dunia balap MotoGP yang dicintainya.
Kini Valentino Rossi genap berusia 34 tahun. Ia
menjadi pembalap senior di kelas MotoGP.
Walaupun usianya tak semuda Jorge Lorenzo
atau Dani Pedrosa, tetapi Rossi mengaku,
semangat yang ia miliki masih berapi-api.
Valentino Rossi memutuskan untuk kembali
bergabung bersama skuad Yamaha. Pembalap
yang lahir di Urbino pada 16 Februari tersebut
ingin membuktikan bahwa ia masih mampu
bersaing dengan Lorenzo dan Pedrosa yang
sedang berada pada masa kekayaan mereka.
Pembuktian Rossi memang teruji. Ia dapat
membalap dengan baik bersama motor yang
paling ia cintai, yakni YZR-M1. Seketika, Rossi
mampu melesat kencang pada saat melakukan
uji coba pra musim pertama yang
diselenggarakan di Sepang awal Februari ini.
Dalam sebuah interview dengan media Italia,
Motosprint, Valentino Rossi mengungkap bahwa
ia masih memiliki kekuatan untuk bertarung
bersama pembalap hebat, termasuk sang juara
dunia MotoGP 2012 yang menjadi rekan satu
timnya, Lorenzo.
“Api yang ada di dalam diri saya tak pernah
padam. Sekarang saya merasa bisa tampil
kompetitif. Namun untuk mengalahkan Lorenzo
dan Pedrosa masih banyak yang harus dilakukan,
terutama dalam konsistensi kecepatan balapan.
Banyak orang yang berpikir kalau saya harus
pensiun. Tetapi saya tahu keadaan yang
sesungguhnya,” kata Valentino Rossi.
“Saya membalap untuk bersenang-senang,
seperti yang saya lakukan biasanya. Sekarang
saya kembali ke Yamaha dengan tujuan untuk
mengalahkan pembalap Honda, seperti yang
sudah bisa saya lakukan beberapa tahun yang
lalu. Menurut saya, motor Yamaha saat ini lebih
mudah untuk dikendarai ketimbang tahun 2009
lalu. Grip dan perangkat elektroniknya bekerja
dengan luar biasa.
“Saya merasa seperti terlahir kembali. Saya tidak
terlalu jauh. Saya merasa lega dan sangat
senang terhadap jalannya tes pertama. Saya
ingin mengetahui apakah saya masih menjadi
pembalap jempolan, karena saya sempat ragu.
Namun saya bisa bersaing dengan pembalap-
pembalap terkuat di dunia, yang sedang berada
di puncak karir mereka.”
Bisa menjadi juara dunia sebanyak sembilan kali
merupakan sebuah anugerah yang diinginkan
oleh pembalap manapun. Valentino Rossi
mengaku telah diberkahi talenta yang luar biasa,
yang menjadi jurus andalannya saat dihadapkan
dengan pertarungan sengit dengan rival-rivalnya.
Akan tetapi, menurut Rossi, trik yang menjadi
titik kelebihannya tak lagi menjadi primadona.
Rossi menjelaskan: “Bisa bertarung head to head
pada saat balapan berlangsung selalu menjadi
titik kelebihan saya. Tetapi sayang,
bagaimanapun juga, karena perkembangan
balapan di MotoGP sekarang ini, titik kekuatan
saya tersebut menjadi tidak terlalu penting jika
dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.
“Sekarang, tak tik yang dilakukan pembalap
hampir tak berpengaruh. Yang mempengaruhi
hasil, murni hanyalah kecepatan. Sebelumnya,
Anda bisa memenangkan balapan meski
kecepatan Anda lebih lambat. Ini dikarenakan,
ada banyak cara untuk menutupi kekurangan itu.
“Itulah kelebihan yang biasa saya andalkan di
masa lalu, dan hal tersebut tak terlalu penting
saat ini.”
Rossi mengungkap bahwa usia yang bertambah
tak hanya mempengaruhi stamina, tetapi juga
pola pikirnya. Kini, ia berupaya untuk membalap
dengan lebih hati-hati.
“Saya tidak merasa kehilangan agresivitas yang
saya miliki, atau merasa tak bisa membalap
dengan maksimal karena rasa takut yang saya
miliki,” ujar Rossi. “Saya mencoba untuk tidak
mengambil resiko yang terlalu besar saat
menjalani balapan di masa-masa sulit. Sebagai
contoh, saat hujan dan saya akan memakai ban
slick. Sementara, pembalap yang lebih muda
yang belum pernah mengalami kecelakaan
serius, dengan sembrono, berusaha mengambil
keuntungan. Jika mereka jatuh saat hujan,
mungkin mereka hanya pingsan. Tetapi diri saya
selalu mengingatkan untuk berhati-hati dalam
kondisi demikian. Dan itulah hal yang hilang
pada diri saya. Selebihnya, saya tak merasa
kehilangan apapun dalam diri saya.”
Media seakan tak pernah lelah mempertanyakan
hubungan Rossi dan Lorenzo. Tetapi menurut
penuturan Rossi, kini Lorenzo merupakan
pembalap sempurna yang bisa berpikir dewasa.
Rossi mengakui, hubungan mereka berangsur
membaik.
“Saat saya menjalani masa-masa sulit (bersama
Ducati), Lorenzo bersikap sangat sopan terhadap
saya. Seperti Pedrosa, sekarang dia menghormati
saya, tidak bersikap kaku, seperti Stoner dan
Dovizioso. Lorenzo selalu bersikap fair kepada
saya,” ucap Rossi.

From → Uncategorized

One Comment
  1. Menarik sekali ya perjalanan karier Valentino Rossi di MotoGP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: